Tugas PAI bab 3,4

Kelompok 2 

Eghiza Kansha D.P (9)

Faubel Zozyian N (12)

Fajar Isna R (11)

Nurvita Anjarini (22)

Putri Aulia (25)

Bab 3 Jujur dan Menepati Janji


Tiang panji sudah dibakar

Dibakar api menjelang perang

Penuhi janji, janganlah ingkar

Karena janji adalah hutang


Artikel Tentang Kejujuran

A. Pengertian jujur dalam Islam

Jujur adalah perilaku positif dengan berkata sebenarnya, tidak curang, serta perbuatan dan perkataan yang tidak berlawanan. Perilaku jujur menyebabkan muslim memperoleh kepercayaan lingkungan sekitar.


Perintah jujur telah tercantum alam Al Quran dan hadits. Salah satunya dalam Al Ahzab ayat 70,


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا


Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa qụlụ qaulan sadīdā


Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."


Hadits pentingnya jujur dinarasikan Abdullah, berikut haditsnya,


إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ، حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا


Artinya: "Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." (HR Bukhari).

B. Manfaat jujur

Setelah pengertian jujur dalam Islam, berikutnya adalah manfaat sikap yang selalu mengutamakan kebenaran ini. Muslim yang jujur akan memperoleh manfaat berikut:


1. Pergaulan yang makin luas


Bersaudara dengan orang jujur cenderung menyenangkan dan tidak menimbulkan rasa khawatir. Tidak heran jika persaudaraan muslim yang jujur sangat luas.


2. Hidup damai dan tentram


Terbiasa jujur akan menumbuhkan sikap saling percaya, peduli, dan menghargai. Hasilnya hidup selalu terasa damai dan tentram.


3. Memperoleh ridho Allah SWT


Perilaku jujur sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Al Quran. Tak heran jika muslim jujur tidak jauh dari ridho Allah SWT.


C. Ciri-ciri jujur

Merangkum tulisan ini, ciri-ciri jujur adalah:


Berkata benar

Bertindak sesuai dengan yang dipikirkan

Berkata benar

Kesesuaian perkataan dan perbuatan

Memberikan kesaksian dengan adil

Mempercayai dan membenarkan ajaran Allah SWT dan rasulNya

Taat perintah dan larangan Allah

Tidak ingkar janji

 https://www.google.com/amp/s/www.detik.com/edu/detikpedia/d-5697166/pengertian-jujur-dalam-islam-manfaat-dan-ciri-cirinya/amp 

Bab 4, Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Tata Krama, Santun, dan Malu 


Pantun Tata Krama


Lemari ditutup selembar katun

Simpan kurma dan minyak zaitun 

Mari berperilaku sopan dan santun

Jadikan agama sebagai penuntun 


Pantun Santun


Petiklah buah, buah pepaya

Buah salak ambillah dua

Berbhaktilah pada kedua orang tua

Di akhirat kelak dapatlah surga


Artikel Tentang Rasa Malu 


Kita sekarang hidup di zaman, yang menunjukkan manusia benar-benar lebih sesat dibandingkan dengan binatang. Hal ini dapat ditunjukkan dengan marakanya kasus-kasus seperti, seorang ayah yang membunuh anaknya, korupsi, pemerkosaan, penipuan, para wanita yang suka mengumbar auratnya, mengumbar kata-kata kotor, dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena hilangnya rasa malu pada diri seseorang. Oleh karena itu, kita sebagai umat islan harus senantiasa menmelihara dan menjaga rasa malu dengan hati-hari , baik dalam ucapan maupun perbuatan.


Definisi malu dari segi bahasa adalah ( al-hayâ’ ) yang artinya menahan diri dari melakukan sesuatu dengan alasan takut akan celaan dari orang lain. Sedangkan secara istilah malu adalah salah satu akhlak terpuji yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan yang jelek dan menahan dirinya dari merampas hak orang lain.


Rasa malu tidak dapat dipisahkan dari iman yang keduanya merupakan pasangan satu sama lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Hakim, beliau berkata:


 اَلْـحَيَاءُ وَ اْلإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِـيْعًا ، فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلاَ خَرُ


       Artinya: “Iman dan malu merupakan pasangan dalam segala situasi dan ini kondisi. Apabila rasa malu sudah tidak ada, maka iman pun sirna.” (HR. Al Hakim).


Ada juga hadis yang mengatakan bahwa “malu itu sebagian dari iman”


Bentuk malu dalam islam terbagi menjadi 3:


1.Malu kepada Allah


Artinya seseorang yang memiliki rasa malu kepada Allah , maka ia akan berusaha untuk meninggalkan segala sesuatu yangdibenci oleh Allah SWT dan mengerjakan segala sesuatu yang dicintai oleh Allah. Sifat malu kepada Allah akan mengantarkan pemiliknya malu untuk berbuat dosa, karena sifat muraqabatullah yaitu sifat merasa selalu terikat oleh Allah dalam setiap kondisi kapanpun dan dimanapun.


2.Malu untuk diri sendiri


Artinya seseorang harus mempunyai rasa malu pada dirinya sendiri. Malu kepada diri sendiri berarti malu ketika ingin melakukan kesalahan tatkala sendiri. Sehingga ketika memiliki niat untuk berbuat dosa tatkala sendiri, malu karena menahan diri untuk melakukannya.


3.Malu kepada orang lain


Artinya tidak hanya malu kepada Allah dan diri sendiri, kita harus memiliki malu kepada orang lain. Orang yang memiliki rasa malu kepada orang lain, maka ia tidak akan berani melakukan kesalahan atau kesalahan di hadapan orang lain.


Rasa malu memiliki keutamaan yang sangat agung dalam syari’at islam,diantaranya :


Malu adalah akhlak Allah dan akhlak yang dicintai-Nya

Sebagiamana Rasulullah SAW bersabda kepada Asyaj bin Abdul Qais, “ Sungguh dalam dirimu ada dua karakter yang Allah sukai yaitu malu dan murah hati.” (HR.Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi).


Rasulullah juga mengatakan, “ Sungguh, Allah itu pemalu. Allah malu bila seseorang mengangkat kedua untuk berdoa kepada-Nya, tetapi Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong.” (HR.Tirmidzi).


Malu adalah dan cabang kemenangan

Rasulullah ﷺ berdoa, “Rasa malu tidak akan berbuat sesuatu, kecuali kebaikan.” (HR.Bukhori). Dalam hadist lain Rasulullah juga mengatakan, “Malu adalah salah stau cabang dari kemenangan”


Malu perhiasan adalah dan keindahan bagi manusia

Rasulullah berkata, “Tidaklah suatu perbuatan ada pada suatu perbuatan melainkan akan merusak nilai perbuatan itu, dan menimbulkan rasa malu pada suatu perbuatan tetapi akan memperindah itu.” (HR.Ibnu Majah dan Tirmidzi)


Malu adalah akhlaknya malaikat dan akhlak Islam

Rasulullah bersabda, “Sungguh, aku merasa malu terhadap seorang lelaki yang para malaikat pun merasa malu terhadapnya.” (HR.Muslim)


Malu adalah akhlaknya para Nabi

Malu akan mengantarkan ke surga

Malu adalah tanda hidupnya hati

Dalam Al-mausu’ah al-Fiqhiyah seorang ulama berkata: “Malu adalah bagian dari hidup. Karena hati yang hidup dapat menghadirkan sifat malu. Sebaliknya, sedikitnya rasa malu akibat dari hati dan jiwa yang diganti.”


Inilah malu dalam Islam dan keutamaannya. bekal malu dalam diri seseorang tidak mengantarkannya pada dunia, justru akan membawa kebahagiaan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.


Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai seorang muslim harus menjaga dan memlihara rasa malu karena malu adalah sebagian dari iman. 

https://stiqsi.ac.id/pentingnya-memelihara-rasa-malu/

Komentar